4.1 Kesehatan Fisik
Teknik
meditasi boleh bermacam-macam.
Namun, semuanya melibatkan satu hal: kesadaran penuh. Terdengar aneh?
Perhatikan ini: biasanya pikiran Anda memantul-mantul seperti bola ping-pong,
antara masa lalu dan masa depan, lalu terpaku atau terkurung pada sesuatu yang
(Anda takutkan) akan terjadi. Padahal, penelitian menunjukkan, dengan menemukan
‘masa kini’, Anda dapat memperbaiki keseluruhan hidup dan tubuh Anda. Menemukan
‘masa kini’ itu bisa dilakukan dengan cara bermeditasi. Inilah fakta bagaimana meditasi teratur dapat meningkatkan kesehatan Anda.
Otak
Penelitian menunjukkan bahwa meditasi dapat meningkatkan aktivitas gelombang otak alfa dan teta. Gelombang otak inilah yang berhubungan dengan relaksasi.
Otak
Penelitian menunjukkan bahwa meditasi dapat meningkatkan aktivitas gelombang otak alfa dan teta. Gelombang otak inilah yang berhubungan dengan relaksasi.
Melakukan
meditasi setiap hari selama dua minggu juga dapat menguatkan beberapa bagian
dari otak dan sistem saraf Anda.
Suasana hati
Suasana hati
Berada
dalam keadaan meditatif dapat mencerahkan area dalam otak yang mengontrol
pikiran yang kompleks dan emosi positif. Beberapa teknik meditasi juga dapat
membangun kekuatan mental dalam otak yang merupakan pusat rasa sayang, empati,
dan ketakutan. Membuat Anda bisa lebih menguasai dan mengendalikan emosi serta
membantu Anda merasa lebih dekat dengan orang sekitar.
Paru-paru dan jantung
Paru-paru dan jantung
Meditasi
meningkatkan aktivitas pada sistem saraf simpatetik, yaitu sistem saraf yang
mengontrol keadaan istirahat dan fungsi pencernaan. Secara refleks, paru-paru
Anda mulai menarik napas lebih dalam. Dan jantung Anda berdetak lebih pelan,
membuat pembuluh darah relaks.Dan memang kenyataannya, meditasi teratur dapat
menurunkan tekanan darah hingga empat point, sehingga menurunkan risiko
penyakit jantung.
Menurut
penelitian dari Georgia Health Sciences University. Pada penelitian 62 remaja
dengan tekanan darah tinggi, meditasi rutin dua kali sehari, dilakukan selama
15 menit tiap sesi, memiliki massa otot bilik ventrikuler kiri, yang merupakan
indikator penyakit kardiovaskuler di masa depannya menurut Dr. Vernon Barnes,
ahli dari Medical College of Georgia and the Georgia Health Sciences University
Institute of Public and Preventive Health. Penelitian dilakukan dengab metode
case-control. Pada group yang mendapatkan tindakan (case), meditasi diajarkan
untuk dilakukan selama 15 menit per sesi di kelas bersama dengan peserta
lainnya. Selain itu meditasi dilakukan selama 15 menit tiap sesinya di rumah.
Hal ini dilakukan selama empat bulan. Sedangkan grup lain yang tidak
mendapatkan tindakan (control), hanya mendapatkan edukasi tentang cara
penurunan tekanan darah, risiko kardiovaskular, tanpa diberi edukasi meditasi.
Kemudian
kedua grup dilakukan pemeriksaan ekokardiogram dua dimensi sebelum dan sesudah
tindakan. Pada grup case menunjukkan penurunan massa ventrikuler kiri yang
berkaitan dengan penurunan tekanan darah. Meditasi dapat menurunkan sistem
saraf simpatetik dan menurunkan produksi hormon stress. Maka terjadi penurunan
tekanan darah dan kerja jantung juga berkurang. Selain itu terdapat
perkembangan dari tingkah laku dari para remaja.
Ingin
mempunyai jantung sehat dan tekanan darah terkontrol sejak dini?
Cobalah cegah rasa
cemas berlebih, bila mengalami kesulitan dalam mengontrol suasana stress dalam
aktivitas sehari-hari
Relaksasi
Saat Anda bermeditasi, kelenjar adrenal menarik kembali produksi hormon stres, yaitu kortisol. Meditasi juga meningkatkan aliran darah ke otak yang membantu menurunkan kecemasan. Peningkatkan aliran darah ini juga bisa meningkatkan daya ingat.
Tekad kuat
Ya, dengan
bermeditasi, tekad Anda untuk hidup lebih sehat bisa meningkat.
Sistem kekebalan tubuh
Satu teori: Meditasi membantu menghapus mental
negatif yang mengurangi respons kekebalan tubuh. Teori lain: Meditasi dapat mempercepat tubuh untuk
meningkatkan produksi antibodinya. Dalam ilmu biologi, peneliti membuktikan,
mereka yang bermeditasi bisa lebih kuat melawan infeksi. Tubuh mereka juga bisa
lebih baik mengontrol rasa sakit ketika cedera.
Belakangan
ini dunia barat menemukan satu ilmu baru yang dapat dijadikan pegangan hidup
yaitu meditasi. Sebelumnya ada praduga yang mengaitkan meditasi dengan ilmu
gaib, ilmu setan, dll. Banyak orang takut belajar meditasi. Sekarang meditasi
disambut dengan lebih antusias setelah dilakukan berbagai riset dan percobaan
yang membuktikan bahwa meditasi mempunyai manfaat yang besar, yaitu kesehatan
batin dan kesehatan jasmani.
Pada
riset yang dilakukan Richard Davidson dari universitas Wisconsin dengan
menggunakan mesin pencitraan otak ternyata meditasi membuat aktivitas pada
prefrontal cortex bergeser dari sebelah kanan kesebelah kiri. Menurut riset
tersebut dengan bermeditasi secara teratur, otak berubah dari penentangan
yang menimbulkan stress menjadi penerimaan yang menimbulkan sifat merasa puas
dan menerima.
Penjelasannya adalah bahwa orang yang memiliki
sifat-sifat negatif cenderung menggunakan bagian prefrontal kanan, sedangkan
prefrontal kiri lebih berhubungan dengan antusiasme, rasa ketertarikan, lebih
rileks dan lebih berbahagia walaupun kurang materialistik.
Eksperimen
lain dilakukan terhadap meditator tingkat lanjutan ternyata memiliki kemampuan
mengenali mood pada serentetan ekspresi wajah, yang bertukar dengan kecepatan
tiga puluh ekspresi per detik. Kemampuan ini melebihi kemampuan yang ahli dalam
bidang ini seperti psikiater dan agen intelejen rahasia.
Jon
Kabatt-Zinn mendirikan stress reduction clinic di U Mass medical center pada
tahun 1979, telah menolong 14.000 orang merawat rasa sakit mereka tanpa obat,
diantaranya pasien kanker, AIDS, dan penyakit-penyakit dengan rasa sakit akut.
Lalu ia juga mempelajari pasien yang menderita psoriasis, yaitu penyakit kulit
yang belum ditemukan obatnya. Perawatan penyakit ini menimbulkan stress pada
kebanyakan pasien. Kabatt Zinn memberikan terapi meditasi untuk mengurangi
stress pada pasien yang disinari sinar UV. Pada dua eksperimen, kulit mereka
yang ikut meditasi 4 kali lebih cepat dibandingkan kulit mereka yang tidak
meditasi.
Pada
studi lain, Kabatt Zinn bersama Richard Davidson memberikan suntikan influenza
pada sekelompok meditator yang baru belajar dan non-meditator, untuk mengukur
kadar antibody dalam darah mereka. Hasilnya mereka yang berlatih meditasi bukan
hanya memiliki antibody lebih banyak pada minggu keempat dan minggu kedelapan
sesudah suntikan, tetapi mereka yang aktivitas mentalnya lebih banyak bergeser
memiliki antibodi yang lebih banyak pula.
Pada
tahun 1967, Dr.Herbert Benson, seorang professor medik di Harvard Medical
School mengawali riset terhadap meditasi. Ia secara sembunyi-sembunyi setiap
malam memasukkan 36 meditator samatha ke laboratoriumnya untuk mengukur
kecepatan denyut jantung, tekanan darah, suhu kulit, dan suhu rektumnya.
Setelah diperiksa, tercatat bahwa:
- Mereka rata-rata menggunakan oksigen 17% lebih
sedikit
- Denyut jantuk lebih rendah 3 denyut per menit
- Gelombang theta (yang biasanya muncul sebelum tidur)
dipancarkan meningkat, tetapi gelombangnya tidak sama dengan orang yang
tertidur.
Dari
penelitian-penelitian tersebut dapat dilihat bahwa meditasi sangat bermanfaat
untuk kesehatan mental yang kemudian berpengaruh pada kesehatan jasmani.
Seperti yang juga telah diketahui bahwa banyak sekali penyakit-penyakit kronis
yang timbul karena dipicu stress, seperti hipertensi, penyakit jantung koroner,
dll. Stress juga diteliti menurunkan daya tahan tubuh, dan menimbulkan
gangguan-gangguan kesehatan lainnya. Oleh karena itu, juga stress bias
diminimalisasi, kecenderungan timbulnya penyakit juga tentunya akan berkurang.
Meditasi sendiri bukanlah pengosongan pikiran, melainkan pemusatan pikiran pada
satu objek, seperti misalnya memperhatikan tarikan dan hembusan nafas,
memperhatikan warna, dll.
4.2 Kesehatan Mental
Dengan
meditasi ini akan terjadi reaksi pada individu yang mampu meningkatkan
kesehatannya secara umum dengan mempelancar proses metabolisme tubuh, laju
denyut jantung lebih teratur, peredaran darah
lancar, mengatasi berbagai macam penyakit, mendorong racun dan kotoran
dari dalam tubuh keluar, menurunkan tingkat agretifitas dan perilaku-perilaku
buruk dampak dari stress, menurunkan tingkat egosentris sehingga hubungan intra
personal ataupun intra personal menjadi lancar, mengurangi kecemasan, pada
anak-anak dapat meningkatkan intelegency meliputi karakter kognitif, matematis,
logis serta karakter afektif, relational, kreatif dan emosional, pola pikir
menjadi lebih matang, mempermudah dalam mengendalikan diri, meningkat
kesejahteraan (Benson, 2000; R. Santoso, 2001).
Herbert
Benson (dalam Iskandar, 2008) mengadakan riset klinis, dengan menemukan bahwa
meditasi mampu menghambat efek negatif dari system simpatis- yang menimbulkan
sikap agresif pada manusia jika terancam. Penelitian yang lain yang dilakukan
menunjukan bahwa kadar melantonin yang lebih tinggi diketemukan pada
orang-orang yang rutin melakukan meditasi (Iskandar, 2008). Kadar melantonin
ini bermanfaat untuk membuat orang menjadi lebih senang dan bila kekurangan
dapat menyebabkan gangguan tidur. Selain hal diatas Benson mengatakan bahwa
dengan meditasi ada pengurangan nyata dalam pemakaian oksigen yang merupakan
ukuran utama dari kadar metabolism, pengurangan ini lebih besar daripada
pengurangan oksigen setelah enam jam tidur.
Konsentrasi
arterial dari laktat (lactate) suatu zat kimiawi yang kadang-kadang ada
korelasi dengan kecemasan, berkurang empat kali lebih cepat dengan bermeditasi
daripada dengan istirahat biasa (dalam Mc.Quade, 1987) Temuan serupa dalam kajian klinis juga
dikemukakan Ranjie Stegh (dalam Iskandar, 2008) meditasi menstimulasi kelenjar
pineal sehingga meningkatkan melantonin dari 7 hingga 1000 persen. Berbagai
kutipan manfaat meditasi (dalam Sindhu,2009) antara lain
- Meditasi
secara signifikan mengontrol tekanan darah menjadi lebih stabil, setara
dengan penggunaan obat-obatan pengontrol darah dan tanpa efek samping
penggunaan obat (Hypertention American health Asosiation Medical Journal)
- Sebanyak
75% penderita insomnia yang telah berlatih meditasi dan melakukan
rileksasi dapat segera tidur 20 menit setelah berbaring ditempat tidur
(Dr. Greeg Jacobs, psikolog Harvard)
- Meditasi
meningkatkan asupan oksigen, menstabilkan detak jantung, pernafasan dan
tekanan darah serta meningkatkan intensitas gelombang alfa, teta dan delta
yang merupakan kebalikan dari perubahan fisiologis yang terjadi saat
respon stress terjadi (Herbet Beanson, MD Havard Medical School)
- Terapi
rileksasi terbukti efektif untuk meringankan rasa sakit. Teknik-teknik
meditasi dengan merapal kata atau suara sambil memusatkan pikiran secara
nyata dapat meringankan sakit pada punggung, persendian dan kepala
(National Institude of Health, 1996)
- Ada
penelitian yang dilakukan pada dua kelompok, meditator ditemukan bahwa
mereka lebih tenang dan tidak mudah gelisah, lebih spontan, mandiri,
percaya diri serta tidak takut mati dibandingkan dengan kelompok lainnya
(Atlantic Monthly, mei 1991)
- Seorang
psikiater yang menggunakan meditasi sebagai salah satu kombinasi terapi
bagi wanita pengidap kanker payudara kronis menemukan bahwa perawatan
semacam ini dapat memperpanjang usia mereka hingga 18 bulan dibandingkan
dengan penderita lain yang tidak menerima perawatan sama (Stanford
University Medical Center)
- Sebuah
penelitian mengenai wanita-wanita dengan syndrome premenstruasi kronis
menunjukan peningkatan perkembangan kesembuhan hingga 58% dari gejala yang
mereka rasakan setelah menjalani terapi meditasi selama 5 bulan setiap
harinya (Health Magazine, September 1995)
- Siswa
sekolah menengah atas yang mempelajari teknik rileksasi lebih sering masuk
sekolah dan memiliki tingkat yang rendah dikeluarkan dari sekolah (The
Education Instiative, Mind/Body Medical Institude, Havard University, Mei
1996)
- Dalam
penelitian terkini ditemukan bahwa 77% orang yang mengalami stress tingkat
tinggi dapat menenangkan diri, juga menurunkan tekanan darah dan tingkat
kolesterolnya hanya dengan cara berlatih teknik relaksasi (Health, Oktober
1994)
Penggunaan Meditasi dalam
Psikoterapi
Deatherage
mengatakan meditasi sebagai formula pengobatan diri (sangat efisien untuk
penggunaan waktu terapis dan karenanya cukup biaya-efektif) yang membantu
pasien tahu proses mental mereka sendiri dan kesibukannya, mengembangkan
"diri pengamat," dan mendapatkan kemampuan untuk membentuk atau
mengontrol proses mental mereka (Bogart, 1991). Berbagai studi menunjukkan
efektivitas dari meditasi mindfulness dimasukkan ke dalam terapi untuk nyeri,
berbagai kanker, HIV, penyakit kardiovaskular, suasana hati, perinatal, dan
stres, premen-strual sindrom, insomnia, kecemasan, depresi dan pengobatan
mengatasi depresi, keinginan bunuh diri, dan batas personality patologi
(Sanders, 2010).
Kutz,
Borysenko, dan Benson menyatakan bahwa meditasi dapat menjadi primer untuk
terapi; untuk mengamati dan mengkategorikan peristiwa mental memberikan wawasan
tentang bagaimana skema mental yang diciptakan, sehingga menimbulkan rasa yang
lebih besar tanggung jawab dan memungkinkan seseorang untuk melangkah keluar
dari keterbatasan konseptual dan stereotip reaksi dan perilaku. Meditasi adalah
suatu bentuk introspeksi mengejar luar sesi terapi, pasien yang membayar dengan
waktu mereka sendiri, bukan waktu terapis. Jadi meditasi meningkatkan kualitas
terapi dengan melibatkan pasien lebih mendalam dalam proses eksplorasi diri dan
menyediakan materi berlimpah untuk eksplorasi dalam sesi terapi. Selain itu,
terapi dan meditasi baik berasumsi bahwa nyeri pemahaman seseorang dan
pertahanan terhadap hal itu dapat mengurangi penderitaan dan meningkatkan
pertumbuhan psikologis. Mereka
berpendapat bahwa menggabungkan meditasi dan terapi adalah teknis kompatibel
dan saling menguatkan (Bogart, 1991).
Dalam
jurnal pendidikan psikologi (Prabowo, 2007) menyebutkan juga berbagai
penelitian terapi meditasi yang digunakan untuk mengembangkan kualitas manusia
yang diasosiasikan dengan peningkatan intelegensi (Tjoa,1972), peningkatan
kinerja dan recall dalam bidang pendidikan (Abraham, 1972), kreativitas
(MacCallum,1974), prestasi akademik (Coller,1973), dan belajar (Miskinan,2002),
penerimaan diri (Broto,1994) dan mengurangi keluhan fisik (Subandi dan Utami,
1995).
Selain
hal tersebut juga diketemukan orang-orang yang melaksanakan terapi meditasi, focus
of controlnya lebih internal dan memiliki aktualisasi diri yang lebih tinggi
(Hjelee,1977;Subandi,2002). Senada dengan Hjelee, Van de Berg dan Mulder (dalam
Subandi, 2002) juga menemukan bahwa subyek yang melaksanakan meditasi
menunjukan peningkatan harga diri (self esteem), kekuatan ego (ego strength),
kepuasan (satisfaction), aktualisasi diri (self actualization) dan peningkatan
gambaran diri (self image).
Shapiro
(2006) Terdapat tiga hal yang sangat berperan bagaimana meditasi dapat berperan
dalam mengatasi gejala fisik dan psikis antara lain:
A. Intention, yaitu berkaitan
dengan pentingnya penetapan tujuan melakukan meditasi. Menurut Kabat Zin (dalam
Shapiro, 2006) suatu penentuan intention menjadikan sesuatu mungkin untuk
dicapai tujuan akan mengingatkan seseorang akan maksudnya dalam melakukan
meditasi. Dalam penelitian Shapiro hasil yang dicapai seseorang dalam melakukan
meditasi berhubungan dengan tujuannya melakukan meditasi. Jika seseorang
mempunyai tujuan untuk mampu mengelola dirinya maka dia akan mampu mengelola
dirinya.
B. Attention, yaitu yang
berkaitan pengamatan terhadap peristiwa kekinian, pengalaman internal dan
eksternal, dalam wilayah psikologi hal tersebut menjadi hal penting proses
penyembuhan.
C. Attitude, berkaitan dengan
cara dalam meditasi yaitu tanpa banyak melakukan evaluasi atau penilaian, penuh
penerimaan, kebaikan, keterbukaan apapun yang terjadi adalah diluar keinginan
seseorang
Playtech - New Zealand's #1 supplier of gaming equipment
BalasHapusPlaytech, an 바카라 사이트 innovator of septcasino software and apr casino services for online worrione.com gaming and iGaming products, have partnered 1xbet korean with supplier Casino.