Mengapa Bermeditasi?
Banyak alasan mengapa orang
mulai berlatih meditasi. Ada yang sekadar ikut teman, ingin tahu, coba-coba,
ingin mengenal lebih dalam tentang kehidupan. Ada pula yang bertujuan untuk
menenangkan diri, meningkatkan potensi diri, supaya bisa berkonsentrasi demi
mencapai cita-cita yang tinggi dalam hidup. Bahkan untuk mengasah inderanya,
supaya lebih peka dalam memahami situasi yang ada.
Memang awalnya tujuan orang berlatih meditasi
bermacam-macam. Kita tidak bisa memaksakan agar semua orang bermeditasi dengan
tujuan yang sama. Dan saya rasa semua itu baik. Asalkan saja seseorang berlatih
tidak untuk tujuan jahat. Bila dia tetap tekun berlatih, pada akhirnya dia akan
memahami tujuan meditasi yang sesungguhnya. Karena itu lebih baik memberi
semangat agar terus berlatih dan pelan-pelan memberi wawasan yang lebih luas
dan mendalam, ketimbang menyalahkan dan memaksakan paham yang kita anggap
benar.
Kita tidak bisa mengharapkan tiap orang bisa melihat
hidup dan kehidupan ini dengan terang dan jelas. Namun seperti, semua sungai
akhirnya akan mengalir menuju lautan, semua alasan di atas akhirnya akan
kembali ke alasan dasar, yaitu: mengatasi permasalahan hidup kita.
Banyak orang merasakan bahwa meditasi itu tidak nyaman.
Kaki sakit, tubuh pegal-pegal, pikiran kacau dan gelisah, tidak bisa tenang.
Bahkan orang yang merasa sehari-hari tidak punya masalah, saat bermeditasi
masalah bisa bermunculan, baik di tubuh atau di pikiran. Memang bermeditasi
membuat masalah yang terpendam menjadi muncul ke permukaan.
Biasanya kita selalu tertarik pada dunia luar. Kita
sering lupa memperhatikan diri kita sendiri. Saat bermeditasi kita menutup
indera kita, penciuman, pengecap, penglihatan, pendengaran, dan perasa sentuhan
kita tenangkan. Akhirnya apa yang muncul di pikiran menjadi jelas dan kita juga
bisa mengenal kondisi tubuh kita lebih detil. Kita berpikir bahwa meditasi
seharusnya tenang dan relaks. Namun, karena kita menjadi lebih sensitif
terhadap masalah di tubuh dan masalah di pikiran kita, akhirnya ketenangan kita
terusik oleh permasalahan yang ada.
Banyak orang merasa tidak nyaman dengan hal ini dan
kemudian meninggalkan praktik meditasi. Dia tidak ingin melihat permasalahan yang
ada dalam tubuh dan pikirannya. Namun, kalau kita mau berpikir secara mendalam,
hal ini sebenarnya adalah baik. Dengan melihat permasalahan diri kita dengan
semakin jelas, kita jadi punya kesempatan untuk memperbaiki permasalahan itu.
Bagaimana mungkin kita menangani permasalahan jika kita tidak mampu melihat
dengan jelas apa permasalahan diri kita. Banyak orang yang merasa tidak puas
dengan hidupnya namun tidak tahu harus bagaimana. Bahkan ada yang berpikir
bahwa sebenarnya mereka hidup senang dan berkecukupan, tetapi dalam hati ada
rasa tidak bahagia yang dia sendiri tidak tahu mengapa bisa begitu.
Melalui meditasi, masalah-masalah itu muncul selapis demi
selapis. Selanjutnya selapis demi selapis kita belajar menghadapi dan mengatasi
permasalahan yang muncul. Setelah berlatih dalam waktu yang cukup lama, tak
terasa, hidup kita menjadi lebih tenang. Mengapa demikian? Itu karena banyak
masalah dalam diri yang telah kita selesaikan. Tubuh kita menjadi lebih sehat
dan pikiran kita menjadi lebih jernih.
Permasalahan yang muncul itulah sebenarnya penderitaan
kita. Kita mengatasi penderitaan melalui meditasi. Bisa penderitaan itu selapis
demi selapis kita potong, maka kita akan menjadi lebih tenang dan damai. Kita
menjadi lebih bahagia. Performa kita menjadi lebih baik. Kita bisa bekerja
dengan baik.
Lebih lanjut kita akan merasakan kepuasan dalam hidup
ini. Kita merasa bahwa hidup kita ini sebenarnya baik-baik saja. Kita mampu
bersyukur atas apa yang telah terjadi dan siap menghadapi masa depan. Dengan semakin
bertambahnya rasa puas dalam dirinya maka keakuaannya akan mengecil.
Keserakahan dan kebenciaannya akan berkurang. Dengan berjalannya waktu, pikiran
seorang praktisi akan semakin sederhana. Kembali ke sifat alaminya dan dia akan
menembus kesunyataan hidup. Melihat dan mengalami kondisi Tanpa Aku, melihat
bahwa semua adalah tidak kekal, tidak memuaskan, tanpa aku dan kosong.
Pada tingkat awal, meditasi adalah sebuah alat. Meditasi
dapat membantu memerangi stress, meningkatkan kesehatan fisik, meringankan
nyeri kronis, membuat anda tidur lebih baik, merasa lebih bahagia dan lebih
damai.
Pada tingkat lanjut, meditasi adalah sebuah pintu ke arah
yang tidak diketahui. Hal ini dapat membantu kita mengungkapkan misteri siapa
diri kita. Ketika anda mulai bermeditasi, anda akan melihat
bagaimana liarnya pikiran anda. Pemikiran tentang masa lalu atau masa depan
akan berdesakan dengan keberadaan anda di masa sekarang. Kadang-kadang memori
ini menyakitkan anda dan terjadi berulang-ulang.
Jadi, jika anda memulai untuk melakukan meditasi, jangan
salahkan diri anda tentang pikiran liar anda. Ini adalah kondisi yang alami.
Pada waktunya, anda akan belajar untuk bermeditasi secara tenang dengan
rentetan pikiran anda, dan anda akan menemukan beberapa kejelasan dan kedamaian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar