Rabu, 22 April 2015

Mengapa Bermeditasi?

Mengapa Bermeditasi?


Banyak alasan mengapa orang mulai berlatih meditasi. Ada yang sekadar ikut teman, ingin tahu, coba-coba, ingin mengenal lebih dalam tentang kehidupan. Ada pula yang bertujuan untuk menenangkan diri, meningkatkan potensi diri, supaya bisa berkonsentrasi demi mencapai cita-cita yang tinggi dalam hidup. Bahkan untuk mengasah inderanya, supaya lebih peka dalam memahami situasi yang ada.

            Memang awalnya tujuan orang berlatih meditasi bermacam-macam. Kita tidak bisa memaksakan agar semua orang bermeditasi dengan tujuan yang sama. Dan saya rasa semua itu baik. Asalkan saja seseorang berlatih tidak untuk tujuan jahat. Bila dia tetap tekun berlatih, pada akhirnya dia akan memahami tujuan meditasi yang sesungguhnya. Karena itu lebih baik memberi semangat agar terus berlatih dan pelan-pelan memberi wawasan yang lebih luas dan mendalam, ketimbang menyalahkan dan memaksakan paham yang kita anggap benar.

            Kita tidak bisa mengharapkan tiap orang bisa melihat hidup dan kehidupan ini dengan terang dan jelas. Namun seperti, semua sungai akhirnya akan mengalir menuju lautan, semua alasan di atas akhirnya akan kembali ke alasan dasar, yaitu: mengatasi permasalahan hidup kita.

            Banyak orang merasakan bahwa meditasi itu tidak nyaman. Kaki sakit, tubuh pegal-pegal, pikiran kacau dan gelisah, tidak bisa tenang. Bahkan orang yang merasa sehari-hari tidak punya masalah, saat bermeditasi masalah bisa bermunculan, baik di tubuh atau di pikiran. Memang bermeditasi membuat masalah yang terpendam menjadi muncul ke permukaan.
            Biasanya kita selalu tertarik pada dunia luar. Kita sering lupa memperhatikan diri kita sendiri. Saat bermeditasi kita menutup indera kita, penciuman, pengecap, penglihatan, pendengaran, dan perasa sentuhan kita tenangkan. Akhirnya apa yang muncul di pikiran menjadi jelas dan kita juga bisa mengenal kondisi tubuh kita lebih detil. Kita berpikir bahwa meditasi seharusnya tenang dan relaks. Namun, karena kita menjadi lebih sensitif terhadap masalah di tubuh dan masalah di pikiran kita, akhirnya ketenangan kita terusik oleh permasalahan yang ada.

            Banyak orang merasa tidak nyaman dengan hal ini dan kemudian meninggalkan praktik meditasi. Dia tidak ingin melihat permasalahan yang ada dalam tubuh dan pikirannya. Namun, kalau kita mau berpikir secara mendalam, hal ini sebenarnya adalah baik. Dengan melihat permasalahan diri kita dengan semakin jelas, kita jadi punya kesempatan untuk memperbaiki permasalahan itu. Bagaimana mungkin kita menangani permasalahan jika kita tidak mampu melihat dengan jelas apa permasalahan diri kita. Banyak orang yang merasa tidak puas dengan hidupnya namun tidak tahu harus bagaimana. Bahkan ada yang berpikir bahwa sebenarnya mereka hidup senang dan berkecukupan, tetapi dalam hati ada rasa tidak bahagia yang dia sendiri tidak tahu mengapa bisa begitu.

            Melalui meditasi, masalah-masalah itu muncul selapis demi selapis. Selanjutnya selapis demi selapis kita belajar menghadapi dan mengatasi permasalahan yang muncul. Setelah berlatih dalam waktu yang cukup lama, tak terasa, hidup kita menjadi lebih tenang. Mengapa demikian? Itu karena banyak masalah dalam diri yang telah kita selesaikan. Tubuh kita menjadi lebih sehat dan pikiran kita menjadi lebih jernih.



            Permasalahan yang muncul itulah sebenarnya penderitaan kita. Kita mengatasi penderitaan melalui meditasi. Bisa penderitaan itu selapis demi selapis kita potong, maka kita akan menjadi lebih tenang dan damai. Kita menjadi lebih bahagia. Performa kita menjadi lebih baik. Kita bisa bekerja dengan baik.

            Lebih lanjut kita akan merasakan kepuasan dalam hidup ini. Kita merasa bahwa hidup kita ini sebenarnya baik-baik saja. Kita mampu bersyukur atas apa yang telah terjadi dan siap menghadapi masa depan. Dengan semakin bertambahnya rasa puas dalam dirinya maka keakuaannya akan mengecil. Keserakahan dan kebenciaannya akan berkurang. Dengan berjalannya waktu, pikiran seorang praktisi akan semakin sederhana. Kembali ke sifat alaminya dan dia akan menembus kesunyataan hidup. Melihat dan mengalami kondisi Tanpa Aku, melihat bahwa semua adalah tidak kekal, tidak memuaskan, tanpa aku dan kosong.

            Pada tingkat awal, meditasi adalah sebuah alat. Meditasi dapat membantu memerangi stress, meningkatkan kesehatan fisik, meringankan nyeri kronis, membuat anda tidur lebih baik, merasa lebih bahagia dan lebih damai.

            Pada tingkat lanjut, meditasi adalah sebuah pintu ke arah yang tidak diketahui. Hal ini dapat membantu kita mengungkapkan misteri siapa diri kita. Ketika anda mulai bermeditasi, anda akan melihat bagaimana liarnya pikiran anda. Pemikiran tentang masa lalu atau masa depan akan berdesakan dengan keberadaan anda di masa sekarang. Kadang-kadang memori ini menyakitkan anda dan terjadi berulang-ulang.

            
Jadi, jika anda memulai untuk melakukan meditasi, jangan salahkan diri anda tentang pikiran liar anda. Ini adalah kondisi yang alami. Pada waktunya, anda akan belajar untuk bermeditasi secara tenang dengan rentetan pikiran anda, dan anda akan menemukan beberapa kejelasan dan kedamaian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar