CINTA DAN KEBERANIAN
banyak orang bilang, kalo jadi manusia itu harus punya keberanian. yap, keberanian adalah hal yang sangat fundamental bagi semua manusia. banyak manusia yang kalah dengan ketakutannya. mereka takut, padahal belum memulai, terlalu banyak berpikir sehingga pikirannyalah yang membatasi dirinya untuk menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. mereka takut keluar dari zona nyamannya, mereka takut terjadi sesuatu hal yang tidak ingin mereka rasakan. padahal ya hidup itu harus banyak rasa! ada sebuah cerita mengenai Sang Buddha, ia harus merasakan 360 rasa dalam hidupnya. berarti dalam setiap harinya, Sang Buddha harus merasakan satu rasa. rasa apakah itu? tergantung Sang Buddha itu sendiri, ia ingin merasakan rasa apa. bahagia? sedih? atau mungkin yang lainnya.
lain dari itu, manusia sudah ditakdirkan oleh Tuhan untuk merasakan semua rasa yang ada di dunia ini. jadiiiiii, untuk apa takut? ketika kita berani untuk merasakan berbagai macam rasa itu, maka semakin indahlah hidup kita, semakin bijaksanalah hidup kita, dan semakin tuluslah kita ketika mencintai. oiya, kenapa postingan ini diberi judul "Cinta dan Keberanian?" karena dengan Cinta kita kepada sang Maha Pencipta, sang Maha Sejati, kita akan berani menghadapi semua rasa tersebut. dengan kita berani, maka semakin indah hidup kita.
tak ada sesuatu yang menakutkan, kecuali Tuhanmu sendiri, kita hidup hanya diwajibkan takut kepada sang Maha Pencipta, tetapi dengan kita takut kepada-Nya, kita akan mencintainya.
dan ada satu pesan lagi yang ingin saya sampaikan, "jangan mencintai apapun melebihi cintamu kepada sang Maha Pencipta" kenapa? karena Tuhan Maha Pencemburu! setuju? dibalik setuju atau tidak, ya itu pendapat masing - masing. kenapa Tuhan Maha Pencemburu? ya suka - suka dia laah, dia yang menciptakan alam semesta dan seisinya, jadi ya itu hak mutlak-Nya untuk memiliki sifat apapun. mau melawan sang Maha Pencipta? coba saja lawan jika mampu. haha.
oke, mungkin ini saja yang bisa saya tulis kali ini, tiada kata lain yang bisa saya ungkapkan, kecuali ucapan terimakasih kepada Tuhan yang mengizinkan saya untuk hidup sampai saat ini, sampai saya bisa memposting tulisan ini.
baik, sebelum selesai, mari kita ucapkan Sodaqaullaaahhuladzim.
salam.
Tarno Soekarno.





