“Elang
Dapat Hidup Hingga 70 Tahun, Tetapi Untuk Mencapai Itu Elang Membuat Keputusan
Yang Sangat Sulit”
Pada umur 30 tahun seekor elang
yang perkasa akan kehilangan daya cengkeramnya yang kuat dan mematikan karena
kuku-kukunya telah melemah, daya gigitnya yang maut akan akan melemah karena
paruhnya yang lunak dan bulu-bulunya tidak lagi setebal waktu dia masih muda.
Sang Elang harus memilih mengakhiri hidupnya atau lanjut bertahan dengan cara
yang sangat menyakitkan, dia harus mencabuti bulu-bulunya satu per satu
seluruhnya hingga dia benar-benar tidak dilingkupi oleh bulu dan merasa
kedinginan total, dia harus mencabuti kuku-kukunya semua yang harus berganti,
dan terakhir dia harus menghantamkan paruhnya ke bebatuan agar paruhnya itu
mengelupas. Sungguh menyakitkan perjalanan kehidupan kedua elang dalam satu
waktu kelahirannya menjadi elang, sungguh-sungguh sangat menyakitkan untuk mencabut
bulu, kuku dan paruhnya sendiri rasa yang harus dia tahan selama 40 hari. Rasa
yang sangat berat dan menyakitkan itu harus dia lalui, semata mata untuk hidup
kembali dalam satu kelahiran, perlahan-lahan menuju hari ke 40 bulunya tumbuh
satu persatu, kuku-kukunya mulai tumbuh dan paruhnya telah berganti dan kini
Sang Elang siap untuk kehidupan keduanya yang lebih perkasa lebih kuat dan
lebih tangguh, pilihan yang berat telah ia lalui dan kini ia siap terbang
kembali melanjutkan hidupnya melanjutkan hari-harinya sebagai sang pemuncak
rantai makanan.
(Bagong Nusantara)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar