Rabu, 20 Mei 2015

Sang Elang



“Elang Dapat Hidup Hingga 70 Tahun, Tetapi Untuk Mencapai Itu Elang Membuat Keputusan Yang Sangat Sulit”


Pada umur 30 tahun seekor elang yang perkasa akan kehilangan daya cengkeramnya yang kuat dan mematikan karena kuku-kukunya telah melemah, daya gigitnya yang maut akan akan melemah karena paruhnya yang lunak dan bulu-bulunya tidak lagi setebal waktu dia masih muda. Sang Elang harus memilih mengakhiri hidupnya atau lanjut bertahan dengan cara yang sangat menyakitkan, dia harus mencabuti bulu-bulunya satu per satu seluruhnya hingga dia benar-benar tidak dilingkupi oleh bulu dan merasa kedinginan total, dia harus mencabuti kuku-kukunya semua yang harus berganti, dan terakhir dia harus menghantamkan paruhnya ke bebatuan agar paruhnya itu mengelupas. Sungguh menyakitkan perjalanan kehidupan kedua elang dalam satu waktu kelahirannya menjadi elang, sungguh-sungguh sangat menyakitkan untuk mencabut bulu, kuku dan paruhnya sendiri rasa yang harus dia tahan selama 40 hari. Rasa yang sangat berat dan menyakitkan itu harus dia lalui, semata mata untuk hidup kembali dalam satu kelahiran, perlahan-lahan menuju hari ke 40 bulunya tumbuh satu persatu, kuku-kukunya mulai tumbuh dan paruhnya telah berganti dan kini Sang Elang siap untuk kehidupan keduanya yang lebih perkasa lebih kuat dan lebih tangguh, pilihan yang berat telah ia lalui dan kini ia siap terbang kembali melanjutkan hidupnya melanjutkan hari-harinya sebagai sang pemuncak rantai makanan.

(Bagong Nusantara)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar