“Maka
hanya ada satu kata, LAWAN!”
Widji
Thukul
Sebagai penguasa menjaga
kemakmuran dan memenuhi kebutuhan rakyat adalah yang utama, melihat dengan
kebijaksanaan pandai untuk menggunakan ilmu pengetahuan dan pengalamannya untuk
kesejahteraan rakyat. Titipan besar yang diberikan Tuhan harus mampu dijaga
sebaik-baiknya oleh sang pemimpin, seorang penguasa harus mampu melihat kondisi
sosial masyarakatnya, menjalani konstitusi amanat rakyat dengan sungguh-sungguh.
Penguasa yang sebenarnya ada di tangan rakyat, ketika paradigm menjadi penguasa
adalah harus dilayani itulah yang kurang tepat, penguasa sudah seharusnya
menjadi pelayan dan pemomong rakyat memberikan segala kebutuhan yang menjadi
hak rakyat. Bertindak semena-mena akan menjadi kebodohan. Karena ketika
peraturan tak lagi diindahkan maka siapa yang harus bertanggung jawab jika
revolusi sosial telah terjadi, penguasa harus mampu mengikat sekaligus
menyentuh hati rakyatnya yang itu otomatis dia harus mampu bergerak dengan hati
tidak hanya dengan otak atau perutnya.
(Bagong Nusantara)
(Bagong Nusantara)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar