Rabu, 20 Mei 2015

Lawan!



“Maka hanya ada satu kata, LAWAN!”

Widji Thukul


                Sebagai penguasa menjaga kemakmuran dan memenuhi kebutuhan rakyat adalah yang utama, melihat dengan kebijaksanaan pandai untuk menggunakan ilmu pengetahuan dan pengalamannya untuk kesejahteraan rakyat. Titipan besar yang diberikan Tuhan harus mampu dijaga sebaik-baiknya oleh sang pemimpin, seorang penguasa harus mampu melihat kondisi sosial masyarakatnya, menjalani konstitusi amanat rakyat dengan sungguh-sungguh. Penguasa yang sebenarnya ada di tangan rakyat, ketika paradigm menjadi penguasa adalah harus dilayani itulah yang kurang tepat, penguasa sudah seharusnya menjadi pelayan dan pemomong rakyat memberikan segala kebutuhan yang menjadi hak rakyat. Bertindak semena-mena akan menjadi kebodohan. Karena ketika peraturan tak lagi diindahkan maka siapa yang harus bertanggung jawab jika revolusi sosial telah terjadi, penguasa harus mampu mengikat sekaligus menyentuh hati rakyatnya yang itu otomatis dia harus mampu bergerak dengan hati tidak hanya dengan otak atau perutnya.

(Bagong Nusantara)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar