Rabu, 20 Mei 2015

Damai Tidak Butuh Bom dan Senjata

“Kami Tidak Butuh Senjata dan Bom Untuk Membawa Kedamaian, Kami Butuh Cinta dan Rasa Iba”


Bunda Teresa
                Berdalih untuk mewujudkan perdamaian, maka akan ada berbondong-bondong pasukan menggunakan baret biru dengan senjata lengkap yang akan berpiknik di sebuah Negara. Liburan yang akan dibiayai perserikatan bangsa-bangsa ini Cuma akan memendam pemberontakan dan peperangan untuk sementara waktu, Yang bersembunyi atau yang menghentikan pertikaiana hanya akan beristirahat sementara waktu karena ada senjata yang lebih banyak dan bom yang lebih ampuh dari yang dimiliki pihak yang bertikai. Setelah piknik perserikatan bangsa bangsa itu angkat kaki dari Negara yang bertikai maka bibit-bibit perselisihan akan menyeruak perlahan ke atas permukaan kembali, perdamaian hakikinya adalah cinta dan saling mengasihi satu sama lain, perdamaian akan terwujud jika menanamkan rasa cinta kasih. Bukan dengan menunjukan kekuatan dan menimbulkan ketakutan. Senjata dan bom tidak akan membawa kedamaian, hanya akan menimbulkan pesakitan yang tanpa henti. 

Kita semua harus beralih cara dan memutus bingkai rantai kebencian dengan rasa cinta kasih. Tidak ada lagi perbedaan dan semuanya dilandaskan atas rasa persatuan yang mengikat semuanya. Cinta kasih yang lahir diatas persamaan dan semangat persatuan.

(Bagong Nusantara)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar