“Letak
Agama Sebenarnya,Terletak Pada Cinta”
Aku Islam, Aku Nasrani, Aku
Budhhis, Aku Hindu, Aku Zoroaster, Aku Atheis, dan beribu ribu pengakuan diri
terhadap agama ataupun aliran apa yang diri ini anut, melebihkan akan
keunggulan apa yang dimiliki dan membenci yang berbeda dengan diri menjadi sebuah
kewajaran. Terkadang rela untuk menyakiti sesama untuk membela apa yang dia
miliki, atas nama Tuhan A, Tuhan B, Tuhan C, demi membela Tuhan Tuhan itu tak
jarang yang saling benci membenci, gunjing menggunjing dan bunuh membunuh. Kebencian tumbuh subur antara umat A, umat B
dan Umat C mereka tidak dapat membuka diri dengan masing-masing yang berbeda
dengannya, Agama hanya menjadi dongeng dan kisah yang membawa umat manusia
kepada pencerahan dan pemahaman menyeluruh, masing masing hanya mementingkan
golongan dan alirannya, menjadi pertanyaan besar bukankah semua Agama itu
diizinkan Tuhan? Bukankah semuanya hadir untuk Tuhan? Bukankah semuanya
menggiring untuk membawa ke pencerahan. Apakah saling membenci itu adalah
sebuah pencerahan? Tuhan menciptakan ragam anak sungai agar semuanya menuju
kepada lautan dan samudera yang sama, walaupun sungai A berkelok-kelok,
Walaupun sungai B kecil bentuknya, dan sungai C lurus-lurus saja semuanya akan
sama, akan tetap bermuara pada lautan yang sama, kesampingkan egoisme diri dan
golongan, kita semua sama Manusia.
(Bagong Nusantara)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar