Rabu, 20 Mei 2015

Agama Cinta



“Letak Agama Sebenarnya,Terletak Pada Cinta”

                Aku Islam, Aku Nasrani, Aku Budhhis, Aku Hindu, Aku Zoroaster, Aku Atheis, dan beribu ribu pengakuan diri terhadap agama ataupun aliran apa yang diri ini anut, melebihkan akan keunggulan apa yang dimiliki dan membenci yang berbeda dengan diri menjadi sebuah kewajaran. Terkadang rela untuk menyakiti sesama untuk membela apa yang dia miliki, atas nama Tuhan A, Tuhan B, Tuhan C, demi membela Tuhan Tuhan itu tak jarang yang saling benci membenci, gunjing menggunjing dan bunuh membunuh.  Kebencian tumbuh subur antara umat A, umat B dan Umat C mereka tidak dapat membuka diri dengan masing-masing yang berbeda dengannya, Agama hanya menjadi dongeng dan kisah yang membawa umat manusia kepada pencerahan dan pemahaman menyeluruh, masing masing hanya mementingkan golongan dan alirannya, menjadi pertanyaan besar bukankah semua Agama itu diizinkan Tuhan? Bukankah semuanya hadir untuk Tuhan? Bukankah semuanya menggiring untuk membawa ke pencerahan. Apakah saling membenci itu adalah sebuah pencerahan? Tuhan menciptakan ragam anak sungai agar semuanya menuju kepada lautan dan samudera yang sama, walaupun sungai A berkelok-kelok, Walaupun sungai B kecil bentuknya, dan sungai C lurus-lurus saja semuanya akan sama, akan tetap bermuara pada lautan yang sama, kesampingkan egoisme diri dan golongan, kita semua sama Manusia.

(Bagong Nusantara)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar