“Sebut
itu Nasib,Sebut itu Karma,Sebut itu Keberuntungan”
Apapun
bahasanya tetapi disini saya percaya bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi
karena kebetulan. Tuhan tidak sedang bermain dadu, Tuhan bukan anak kecil yang
sedang bermain pasir di dalam bak pasir, membangun istana pasir lalu
menghancurkannya.
Tuhan selalu memiliki maksud pada setiap kejadian yang
terjadi pada diri kita Semua keadaan tergantung pada diri sendiri, bagaimana
menyikapi dan menarik makna atas apa yang telah terjadi. Suatu contoh, bahwa
kita sedang terlambat berangkat kerja dan di tengah jalan ternyata ban
kendaraan kita mengalami bocor, ada yang bilang itu nasib, itu takdir, itu
kecerobohan, itu karma, atau itu keberuntungan. Hanyalah permainan bagaimana
diri kita tepat dalam meletakkan persepsi atas kejadian tersebut. Mengapa
demikian? Bukankah karena ban bocor dapat membuat diri kita memetik pelajaran
untuk memeriksa terlebih dahulu ban kendaraan sebelum kita bepergian. Bukankah
karena kita terlambat kita bisa mengintrospeksi diri agar berangkat lebih tepat
waktu atau sebelum waktu pekerjaan kita dimulai, dengan bocornya ban lalu kita
menambal ban di sebuah tambal ban di pinggir jalan yang kita tidak mengetahui
apakah si penambal sudah makan hari ini? apakah sudah membayar buku untuk
anaknya yang sedang bersekolah? dan banyak keadaan yang tidak lebih baik
daripada kita.
Apapun yang terjadi padamu maka terima dan ambillah setiap sudut positif yang ada,
tentunya akan menjadikan hari-harimu lebih baik.
(Bagong Nusantara)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar