Rabu, 20 Mei 2015

“Sebut itu Nasib,Sebut itu Karma,Sebut itu Keberuntungan”



“Sebut itu Nasib,Sebut itu Karma,Sebut itu Keberuntungan”

Apapun bahasanya tetapi disini saya percaya bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi karena kebetulan. Tuhan tidak sedang bermain dadu, Tuhan bukan anak kecil yang sedang bermain pasir di dalam bak pasir, membangun istana pasir lalu menghancurkannya.

Tuhan selalu memiliki maksud pada setiap kejadian yang terjadi pada diri kita Semua keadaan tergantung pada diri sendiri, bagaimana menyikapi dan menarik makna atas apa yang telah terjadi. Suatu contoh, bahwa kita sedang terlambat berangkat kerja dan di tengah jalan ternyata ban kendaraan kita mengalami bocor, ada yang bilang itu nasib, itu takdir, itu kecerobohan, itu karma, atau itu keberuntungan. Hanyalah permainan bagaimana diri kita tepat dalam meletakkan persepsi atas kejadian tersebut. Mengapa demikian? Bukankah karena ban bocor dapat membuat diri kita memetik pelajaran untuk memeriksa terlebih dahulu ban kendaraan sebelum kita bepergian. Bukankah karena kita terlambat kita bisa mengintrospeksi diri agar berangkat lebih tepat waktu atau sebelum waktu pekerjaan kita dimulai, dengan bocornya ban lalu kita menambal ban di sebuah tambal ban di pinggir jalan yang kita tidak mengetahui apakah si penambal sudah makan hari ini? apakah sudah membayar buku untuk anaknya yang sedang bersekolah? dan banyak keadaan yang tidak lebih baik daripada kita.

Apapun yang terjadi padamu maka terima dan ambillah setiap sudut positif yang ada, tentunya akan menjadikan hari-harimu lebih baik.

(Bagong Nusantara)
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar