“Mata
Dibalas Mata Hanya Akan Membuat Seluruh Dunia Menjadi Buta”
Semuanya
berawal dari rasa tidak terima dalam diri, rasa tidak dihargai ketika menderita
sebuah kekalahan, maka pembalasan dendamlah menjadi solusi otak yang sedang
memuai, meregang karena kepanasan. Sebuah analogi yang tepat ketika mata anda
hilang karena telah dibutakan musuh anda dan anda mendapat kesempatan untuk
membalas dengan cara yang sama maka hanya akan menjadi semuanya orang yang
buta, yang tidak memiliki mata. Sudah seharusnya kita menerima dengan lapang
apa yang telah diderita oleh diri kita, lantas bagaimana dengan harga diri?
Bagaimana dengan martabat? Ketika kamu masih bisa untuk hidup selagi kamu buta
maka bersyukurlah. Jika menurut anda keutamaan hanya terletak pada kehidupan
maka syukurilah ketika anda masih sanggup untuk bernapas, keluarbiasaan yang
diberikan Tuhan kepada kita, anugerah yang telah kita pilih adalah kehidupan
ini. dengan segala konsekuensi dan resiko yang harus dijalani. Kita telah
memilih, tinggal bagaimana diri kita untuk dapat bertanggungjawab atas pilihan
yang kita buat. Apa lah arti yang anda sebut dengan harga diri dan martabat?
Sesuatu yang semu yang dapat ditarik kemabli oleh sang Maha Memiliki
sewaktu-waktu. Tugas kita hanyalah dititipkan dan harus rela jika Sang Pemilik
mengambil sewaktu-waktu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar