Rabu, 20 Mei 2015

Mata dibalas Mata



“Mata Dibalas Mata Hanya Akan Membuat Seluruh Dunia Menjadi Buta”


Semuanya berawal dari rasa tidak terima dalam diri, rasa tidak dihargai ketika menderita sebuah kekalahan, maka pembalasan dendamlah menjadi solusi otak yang sedang memuai, meregang karena kepanasan. Sebuah analogi yang tepat ketika mata anda hilang karena telah dibutakan musuh anda dan anda mendapat kesempatan untuk membalas dengan cara yang sama maka hanya akan menjadi semuanya orang yang buta, yang tidak memiliki mata. Sudah seharusnya kita menerima dengan lapang apa yang telah diderita oleh diri kita, lantas bagaimana dengan harga diri? Bagaimana dengan martabat? Ketika kamu masih bisa untuk hidup selagi kamu buta maka bersyukurlah. Jika menurut anda keutamaan hanya terletak pada kehidupan maka syukurilah ketika anda masih sanggup untuk bernapas, keluarbiasaan yang diberikan Tuhan kepada kita, anugerah yang telah kita pilih adalah kehidupan ini. dengan segala konsekuensi dan resiko yang harus dijalani. Kita telah memilih, tinggal bagaimana diri kita untuk dapat bertanggungjawab atas pilihan yang kita buat. Apa lah arti yang anda sebut dengan harga diri dan martabat? Sesuatu yang semu yang dapat ditarik kemabli oleh sang Maha Memiliki sewaktu-waktu. Tugas kita hanyalah dititipkan dan harus rela jika Sang Pemilik mengambil sewaktu-waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar