Rabu, 20 Mei 2015

Respon Dengan Berbeda



“Bertahan adalah aksi pertama untuk memulai perang, belajarlah merespon dengan cinta”

“Bertahan adalah aksi pertama untuk memulai perang, belajarlah merespon dengan cinta”

                Yang diinginkan oleh si penyerang adalah musuh yang bertahan, musuh yang memiliki pertahanan kuat akan balik menyerang, itulah lingkaran paradoks yang tidak akan berkehentian. Lingkaran yang akan terus berputar serang-tahan-serang, terkadang ketika ada yang menyerang yang harus kita lakukan adalah memberi si penyerang dengan cinta dan kasih hal yang tidak diduga-duga oleh si penyerang. Lalu bagaimana dengan hasilnya apakah si penyerang akan berhenti? Tidak akan ada yang bisa menjamin jawabannya. Siapapun itu, namun ketika kita memberikan hal yang diluar pola atau hal yang diluar kebiasaan kotak yang ada. Maka diri kita telah keluar dari lingkaran paradoks cinta kasih adalah cinta kasih, Mungkin sangat mudah membalas cinta kasih kepada orang yang telah memberi cinta kasih, namun memberikan cinta kasih kepada yang memberikan kita kebencian adalah suatu hal yang baru yang akan mengajak kita ke dalam hasil yang tidak akan pernah kita duga. Kita tidak akan terjebak dalam bertahan ataupun menyerang namun kita justru membuka pintu maaf kita dengan ketulusan kepada orang yang menyerang kita. Hal yang mudah untuk diucapkan tapi sulit untuk dilakukan namun hal sulit hanya akan menjadi tindak diam ketika kita belum mencobanya.
Maka cobalah, lakukan saja dan kesampingkan pikiranmu.

(Bagong Nusantara)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar