“Bertahan
adalah aksi pertama untuk memulai perang, belajarlah merespon dengan cinta”
“Bertahan
adalah aksi pertama untuk memulai perang, belajarlah merespon dengan cinta”
Yang diinginkan oleh si
penyerang adalah musuh yang bertahan, musuh yang memiliki pertahanan kuat akan
balik menyerang, itulah lingkaran paradoks yang tidak akan berkehentian.
Lingkaran yang akan terus berputar serang-tahan-serang, terkadang ketika ada
yang menyerang yang harus kita lakukan adalah memberi si penyerang dengan cinta
dan kasih hal yang tidak diduga-duga oleh si penyerang. Lalu bagaimana dengan
hasilnya apakah si penyerang akan berhenti? Tidak akan ada yang bisa menjamin
jawabannya. Siapapun itu, namun ketika kita memberikan hal yang diluar pola
atau hal yang diluar kebiasaan kotak yang ada. Maka diri kita telah keluar dari
lingkaran paradoks cinta kasih adalah cinta kasih, Mungkin sangat mudah
membalas cinta kasih kepada orang yang telah memberi cinta kasih, namun
memberikan cinta kasih kepada yang memberikan kita kebencian adalah suatu hal
yang baru yang akan mengajak kita ke dalam hasil yang tidak akan pernah kita
duga. Kita tidak akan terjebak dalam bertahan ataupun menyerang namun kita
justru membuka pintu maaf kita dengan ketulusan kepada orang yang menyerang
kita. Hal yang mudah untuk diucapkan tapi sulit untuk dilakukan namun hal sulit
hanya akan menjadi tindak diam ketika kita belum mencobanya.
Maka cobalah, lakukan
saja dan kesampingkan pikiranmu.
(Bagong Nusantara)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar