“Sewaktu-waktu,
Kamu Hanya Butuh Beristirahat, di Sebuah Tempat Yang indah Dan Merenungkan
Semuanya”
Terkadang
hidupmu butuh kamu istirahatkan, Terkadang langkah kakimu harus kamu tahan dan
mundur selangkah, dan terkadang bicaramu harus kamu tahan dan mulailah
merenungkan.
Merasakan kedamaian diri, kebahagian, ketenangan yang semuanya
tidak klise damai yang betul-betul damai bahagia yang betul-betul bahagia dan
tenang yang betul betul tenang. Merasakan setiap jengkal keindahan yang telah
diberikan Tuhan kepada kita untuk kita nikmati. Menyingkir sementara dari hiruk
pikuk keberadaan. Setiap hirup nafas yang berharga, tidak semata-mata untuk
membuang waktu tetapi benar-benar nerefleksikan diri, terkadang kita terlalu
banyak menilai yang lainnya namun tidak pernah menilai diri kita sendiri.
Berhening, berdamai dan merasakan realitas yang anda saat ini, menumbuhkan
bibit syukur yang telah ditanam, bahwa sebenarnya diri kita sudah menyimpan
kebahagiaan tanpa harus diperbudak oleh kebahagiaan yang menunggu. Seperti
bahagia tunggu kaya, bahagia tunggu menikah, bahagia tunggu punya anak, bahagia
tunggu anak sekolah, STOP! Dirimu pantas untuk bahagia tanpa harus menunggu.
Rekahkan senyummu untuk saat ini rasakan dirimu yang diselimuti oleh hangatnya
kedamaian dan rasakan bahwa hidup ini telah indah dari awalnya.
Bersyukurlah dan nikmati dirimu
sebagai mahakarya keindahan itu.
(Bagong Nusantara)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar