Rabu, 20 Mei 2015

Demokrasi Endasmu

“Aku Cuma Butuh Kepalamu, Tak Butuh Isinya”

                Ya, inilah sebuah sistem yang sangat agung yang sangat populer, sistem yang dirasa sangat tepat oleh Negara-negara hampir diseluruh belahan dunia. Sebuah ideologi yang akan memakmurkan sang pemegang saham yang dapat memainkan komoditasnya dengan riang gembira, menari-nari saat jutaan kepala masuk kedalam bilik suara dengan dalih suara rakyat adalah suara Tuhan, namun rakyatnya adalah rakyat yang telah dibentuk, dibentuk lewat dogma, lewat indoktrinasi media, lewat paradigma massif, lewat pendidikan, dan lewat semua saluran-saluran yang akan menghalangi diri mencapai kebebasan individu yang hakiki, yang akan menghambat seseorang untuk mencapai pencerahannya dan pemahaman yang lebih tinggi. Selamat datang kebodohan dan ketidaktahuan, kita semua adalah properti pemilik Negara ini, yang katanya pemilik Negara adalah rakyat, apakah benar 100 persen. Nyatanya tidak kita adalah milik mafia kelas kakap, seseorang dibalik layar yang sedang berinvestasi kepada negaramu. Layaknya seorang gepetto yang sedang bermain boneka pinokio. Seperti itulah pemimpin-pemimpin saat ini. tidak tahu apa apa karena berasal dari rakyat yang sama. Rakyat yang dibentuk seperti tanah liat yang lentur semudah itu untuk dijadikan binatang, rumah-rumahan, mobil-mobilan bahkan apapun yang diinginkan orang yang memainkannya. Sadar itu lebih baik.

Matikan saluran-saluran sampah yang mengisi hari-hari kita.

(Bagong Nusantara)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar